Bercanda, bercerita, belajar bersama, merupakan beberapa aktivitas yang selalu dilakukan di dalam hidupnya. Dengan cara seperti itulah seseorang akan lebih mengenal orang lain dengan lebih mudah. Mengenal belum tentu mengerti orang tersebut, bahkan orang yang sudah lama saling mengenalpun belum tentu ia benar - benar mengerti dan memahami orang tersebut. Kebanyakan dari mereka, mereka tak mengerti perasaan orang tersebut secara pasti dan akhirnya memutuskan untuk menunjukkan diri sendiri kepada orang tersebut tanpa mau mencoba untuk mengerti bagaimana dan seperti apa orang tersebut.
Sebagai contoh umum, ketika berada di dalam kelas, pastilah banyak anak dengan berbagai karakter dan satu hal yang pasti itu adalah ada satu orang yang paling cerewet di kelas dan orang yang paling pendiem di kelas. Anak cerewet itu dapat dipastikan pasti sering berbicara keras atau bahkan berterriak - teriak untuk sesuatu yang tak penting, dan tentunya akan sangat mengganggu si pendiam. Namun apakah anak cerewet itu mngerti atau bahkan memahami perasaan si pendiam itu?? Jawabannya pastilah tidak, bahkan mungkin dia akan menganggap orang tersebut aneh.
Contoh lain adalah saat kita sedang berbicara dengan seseorang terkadang ada beberapa gerakan yang kadang tak kita sukai dari orang tersebut. Seperti memukul bahu, menginjak kaki atau yang paling parah adalah ketika memanggil seseorang dia menggunakan kakinya untuk menendang orang yang diajak bicara agar orang itu menatapnya. Kejadian - kejadian seperti itulah yang akhirnya membuat seseorang sakit hati. Pertanyaannya adalah apakah orang yang melakukan semua itu mengerti perasaan orang yang dia sakiti dengan tak sengaja?? Sebagian besar jawabannya adalah tidak.
Mereka semua cenderung cuek dan tak peduli dengan semua itu. Namun bila mereka lebih berhati - hati dalam bertindak, mereka akan melihat betapa salahnya perbuatan mereka dan betapa terlihatnya ekspresi orang yang tersakiti. Setelah kita mengetahui semua itu pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana solusinya??
Solusi yang pertama dan yang paling utama adalah pahami diri sendiri, cobalah untuk mengontrol semua aktivitasmu tanpa mengekang atau bahkan menyiksa diri sendiri, lakukan itu dengan perlahan. Yang kedua, ketika kita melihat dan mengerti kesalahan kita, segeralah meminta maaf agar orang tersebut tak merasa sakit hati yang berkelanjutan. Terkadang orang yang mengatakan dia tak marah, sebenarnya tak sepenuhnya dia tak marah, meski sedikit, pastilah perasaan itu tetap ada. Hilangkan gengsi sejenak dan meminta maaflah segera. Semua itu demi kebaikan diri sendiri di masa yang akan datang. Setelah semua itu dilakukan engkau akan mengerti apa lagi yang harus kau lakukan selanjutnya dan semoga itu merupakan perbuatan yang baik. Dan tentunya dengan membawa manfaat bagi lingkungannya.
Sekian, see you next time :)
Perilaku Tak Sopan Membuat Lara Seseorang
8:06 AM |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment